Judul diatas adalah panggilan untuk puteri kami yang mempunyai nama lengkap Farras Shafiya Utomo, lahir pada tanggal 29 Juni 2006. Ide menulis tentang rara muncul setelah seminggu ini ( 5 – 12 Des 2009), kami menjadi sangat akrab karena dalam seminggu ini isteri saya (Andriani A.L) sedang dinas luar negeri, Tokyo tepatnya. Ini merupakan pengalaman kedua-nya setelah sebelumnya dinas ke Swedia tahun lalu.
Perjalanannya pertama tahun lalu sangat mengharukan. Rara sakit saat bundanya tidak ada diJakarta. Waktu itu rara demam tinggi hingga 40 derajat celcius dan sempat dibawa ke poliklinik karena kami (saya dan ibu saya) sangat khawatir dan rara selalu menanyakan bundanya….klo inget itu saya jadi nangis….hiks…hiks….terlebih lagi saat rara test darah dilab…saya sampai nangis saat dia disuntik untuk diambil darahnya. Alhamdulillah hasilnya negatif semua dan dinyatakan tidak ada apa2, setelah pemeriksaan itu kondisi rara semakin baik dan berangsur pulih. Dan Alhamdulillah benar2 pulih saat bundanya tiba di Jakarta. Sepertinya rara belum siap ditinggal orang tuanya. Karena hal seperti ini juga terjadi saat saya dinas keluar kota selama 9 hari.
Perjalanan bunda farras tahun ini Alhamdulillah semuanya sehat, sepertinya rara sudah dapat lebih memahami kepergian bundanya untuk “kerja” kata rara, terlebih lagi saat ini rara sudah sekolah di kelompok Bermain. Saya dan rara menjadi lebih akrab dan dia lebih manja kepada saya. Senang sekali hati ini karena semuanya berjalan baik, sehat dan kegiatan bundanya di luar negeri juga berjalan dengan baik, Syukur Alhamdulillah.
Kaka juga merupakan panggilan untuk rara yang kami biasakan, karena rencanya kami menginginkan rara memiliki adik, Semoga Allah mengabulkan doa dan permohonan kami, amien.
“Siap” adalah jawaban yang akan diberikan rara jika kita menyebutkan “Anak Sholeh”, itu bisa menjadi pengingat untuk kaka jika kita sedang mengajarkan sesuatu kepadanya.











